Wawasan dan Seni

Pejuang Wanita Palestina Yang Duluan Syahid

2 3475

Beberapa pejuang muslimat Palestina yang melakukan aksi bom syahid itu antara lain :

Wafa Ali Idris (26 tahun) :

Dialah pejuang Palestina yang melakukan serangan di jlur Yafa, jantung kota Al-Quds Barat. Dia menjadi syahidah pada hari Ahad tanggal 27 Januari 2002.

Dialah muslimat pertama pelaku aksi syahid melawan Zionis Israel. DR. Syeikh Shiyam, Imam Besar dan Khatib Masjid Al-Aqsha serta Rektor Universitas Islam Gaza, pada waktu itu menulis syair, “Semoga Allah mengekalkan seorang muslimat sepertimu.

Wahai muslimat pertama pelaku aksi syahid dalam operasi Al-Quds yang mencengangkan seluruh thaghut. Keturunan Yahudi Zionis pun ketakutan dari aksi muslimat Palestina itu. Berbahagialah bagi mereka yang mengikuti Wafa dan memberikan prestasinya. Ia akan menjadi lentera yang menerangi kami di pojok-pojok gelap”.

Noura Jamal Shalhob (15 tahun) :

Ia adalah bunga kaum muslimat pelaku serangan bom syahid dalam usia sekolah. Ia melakukan serangan ke arah pasukan Zionis Israel di Perlintasan Militer At-Thaibah Palestina yang memisahkan antara wilayah-wilayah yang dijajah tahun 1967 dan wilayah-wilayah jajahan tahun 1948.

Di sanalah Noura menyerang tentara Zionis Israel dengan teriakan “Allahu Akbar!!!”. Salah satu tentara Zionis Israel tewas seketika, satunya lagi mati suri. Seorang sniper Zionis Israel berhasil menembaknya dengan peluru mematikan. Noura gugur sebagai syuhada pada hari Senin pagi tanggal 25 Februari 2002.

Darren Mohammed Abu Eisha (22 tahun) :

Ia mahasiswi yang masih kuliah di tahun keempat di Universitas An-Najah di Nablus Palestina.

Ia berasal dari desa Beit Wazn, Nablus Tengah. Ia adalah salah satu aktivis muslimat di kampusnya. Ia datang ke pimpinan militer Harakah Al-Muqawwamah Al-Islamiyah (Hamas), meminta dirinya bergabung dengan sayap militernya.

Karena permintaannya tidak dipenuhi, ia menuju ke Batalion Al-Aqsha. Dari sinilah ia melakukan aksi syahid di salah satu Perlintasan Militer Zionis Israel di Tepi Barat Palestina pada malam Rabu tanggal 27 Februari 2002.

Ayat Mohamed Akhras (16 tahun) :

Ia masih tergolong muda, berasal dari kamp pengungsian Dhehishah Betlehem. Ia masih pelajar di salah satu sekolah menengah atas di Betlehem. Ia adalah muslimat pahlawan operasi serangan syahid di kota Yerussalem pada suatu sore hari Jumat tanggal 29 Maret 2002.

Muha Abdel Hadi (17 tahun) :

Ia juga masih sangat muda, berasal dari kamp pengungsian Jenin. Penyebabnya karena sebelumnya Zionis Israel menyerang rumah keluarganya untuk menangkap salah satu saudaranya. Ia bergegas menyiapkan bahan peledak di dalam tubuhnya. Lalu sang gadis meledakkan dirinya di kerumunan tentara Zionis Israel.

Sebagian di antara mereka tewas, sebagian lainnya luka-luka, dan tentu saja Muha gugur sebagai syahid pada pagi itu Sabtu tanggal 6 April 2002.

Andaleeb Khalil Taqatqah (20 tahun) :

Ia berasal dari desa Fajjar Betlehem. Ia menemui syahid di daerah Mahane Yehuda pada hari Jumat tanggal 12 April 2002.

Hibbah Azim Daraghmeh (19 tahun) :

Ia berasal dari desa Tubas dekat kota Jenin. Ia berasal dari Batalion Al-Aqsha, pelaku aksi syahid di daerah Hama’kem pada siang hari Senin tanggal 19 Mei 2003.

Hanadi Taisir Jaradat (29 tahun) :

Ia seorang wanita pengacara dari Jenin, berasal dari Batalion Al-Aqsha. Melakukan aksi syahid di gerbang masuk sebelah kota Haifa pada sore hari Sabtu tanggal 4 Oktober 2003.

Reem Saleh Rayashi (22 tahun) :

Ibu dua anak, Dhuha (2,5 tahun) dan Mohammad (3 bulan) berasal dari kampung Zeitoun, Gaza City. Ia dari Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas. Ia adalah pahlawan aksi serangan di Perlintasan Erez pada Rabu pagi tanggal 4 Januari 2004.

Sana Qadeih :

Ia berasal dari desa Abasan sebelah timur kota Khan Yunis dari Brigade Al-Qassam. Saat iti tentara Zionis Israel mengepung rumahnya pada hari Ahad pagi tanggal 21 Maret 2004 untuk menangkap suaminya, salah satu komandan Brigade Al-Qassam. Sang isteri dengan tegar dan berani menghadapi serangan Zionis Isarel.

Ia melakukan aksi syahid dengan bom yang sudah disiapkan pada tubuhnya. ia pun gugur bersama suaminya.

Zainab Isa Abu Salem (18 tahun) :

Ia berasal dari kamp pengungsian Askar Baru sebelah timur kota Nablus. Ia termasuk dari Brigade Al-Aqsha, pahlawan revolusi serangan Perancis Hill di Yerusalem, yang merupakan pangkalan bus tentara Israel. Operasi syahid dilakukan pada hari Rabu sore tanggal 22 September 2004.

Mervat Mas’oud (19 tahun) :

Ia berasal dari kamp perkemahan Jabaliya, utara Jalur Gaza. Ia melakukan aksi syahid di tengah-tengah patroli tentara Zionis Israel pada hari Senin sore tanggal 6 November 2006.

Fatimah Al-Najjar (68 tahun) :

Ia adalah seorang nenek para pejuang aksi syahid di bumi Palestina. Ia adalah ibu dari 2 anak perempuan, 7 anak laki-laki, dan nenek dari 44 cucu. Sang nenek gugur sebagai syuhada pada malam Kamis tanggal 22 November 2006. Ia memiliki kesempatan itu ketika sekelompok tentara Zionis Israel menduduki rumah anggota Dewan Legislatif dari Hamas, Jamila El-Shanti di desa Beit Hanoun.

Maka Fatimah segera mengenakan rompi bom, lalu merangsek ke tangah-tengah tentara Zionis Israel yang menguasai rumah itu. Setelah mengucapkan dua kalimah syahadat, nenek itu menjadi syahidah bersama dengan meledaknya bom

Sumber: silontong.com

About the author / 

Adara Relief International

2 Comments

  1. Martin Whitset October 4, 2019 at 9:13 am -  Reply

    I’m more than happy to find this website. I wanted to thank you for your time just for this wonderful read!! I definitely loved every bit of it and I have you book marked to check out new things on your blog.

    • Adara Relief International October 14, 2019 at 4:58 pm -  Reply

      thank you for supporting us!

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Head Office:

Gedung Orange
Jl. Loka Indah 1, Mampang - Jakarta Selatan
0812 1347 6745 (Ibu Nurul)

Close