Dukungan Palestina
Wawasan dan Seni

Peran Palestina terhadap Kemerdekaan RI

0 200

Adara Relief – Jakarta. Di tengah kemeriahan rakyat Indonesia dalam merayakan kemerdekaan yang ke 73, mari kita mengingat kembali sejarah di masa lalu dimana rakyat Palestina mendukung kemerdekaan Indonesia.

Pengakuan kedaulatan Indonesia sebagai negara, pertama kali bukan datang dari negara-negara Barat, tetapi dari rakyat Palestina.

Seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc. Beliau sebagai pelaku sejarah menyatakan dalam bukunya (hlm. 40) mengenai peran-serta, penggalangan opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia. Palestina telah berani bersikap, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Soekarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh mufti besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al -Husaini yang secara terbuka menyambut kemerdekaan Indonesia yang saat itu dijanjikan kemerdekaan oleh Perdana Menteri Jepang Kuniaki Koiso.

Pada tanggal 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ Mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (yang melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia.

Berita tersebut disiarkan di radio selama dua hari berturut-turut. “kami sebar luaskan, bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga menyiarkan,” demikian pernyataan M. Zein Hassan Lc dalam bukunya.

Syekh Muhammad Amin Al Husaini adalah seorang ulama yang kharismatik dan mufti besar Palestina yang begitu kuat mendukung kemerdekaan Indonesia. Walaupun pada saat itu beliau sedang berjuang melawan imperialis Inggris dan Zionis yang ingin menguasai kota Al Quds, Palestina, namun hal itu tidak membuat daya juang beliau surut untuk mendukung kemerdekaan Indonesia.

Syekh Muhammad Amin Al Husaini juga mendesak agar negara-negara di Timur Tengah mengakui kemerdekaan Indonesia. Usahanya ini berhasil meyakinkan Mesir kemudian diikuti oleh Suriah, Irak, Lebanon, Yaman, Arab Saudi, dan Afghanistan.

Dukungan untuk menyokong kemerdekaan Indonesia tidak hanya dalam bentuk diplomasi tetapi juga dengan bantuan materi.

Seorang saudagar kaya Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher, spontan menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia.

Suatu hari Muhammad Ali Taher menarik M. Zein Hassan ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia (Wadah perjuangan diplomasi revolusi kemerdekaan Indonesia di luar negeri) ke Bank Arabia. Ia mengeluarkan semua uangnya yang tersimpan di bank itu dan kemudian memberikannya kepada ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia tanpa meminta tanda bukti penerimaan dan berkata,“Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia!” (Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri, hal 247).

Maka sepatutnya kini Indonesia membalas hutang budi ini dengan terus membantu menyuarakan kemerdekaan Palestina yang masih dalam cengkraman penjajah Israel.

*Ket. Foto: Mufti Besar Palestina M. Amin Husaini (bersorban) dan Muhammad Ali Taher, saudagar dan pemimpin Palestina (di kirinya) bersama-sama Pimpinan Panita Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia saat bertemu di Mesir.

Disadur dari berbagai sumber

About the author / 

Adara Relief International

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment

Head Office:

Gedung Orange
Jl. Loka Indah 1, Mampang - Jakarta Selatan
0812 1347 6745 (Ibu Nurul)

Close